Jakarta — Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menghentikan impor beras hingga akhir tahun ini. Keputusan ini diambil setelah pasokan beras nasional mencapai 3,6 juta ton pada awal Mei 2025, angka tertinggi dalam 57 tahun terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa stok beras saat ini setara dengan total impor beras Indonesia sepanjang tahun 2024. “Dengan 1,5 juta (ton beras) saja, artinya kita tidak akan impor beras sampai tahun depan,” ujar Zulkifli.
https://www.metrotvnews.com
Langkah ini sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah optimis bahwa dengan stok yang ada, kebutuhan beras nasional dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada impor.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produksi beras dalam negeri pada kuartal pertama tahun ini mencapai 8,61 juta ton. Hingga semester pertama 2025, produksi beras diproyeksikan naik 11,2 persen secara tahunan menjadi 18,76 juta ton.
Sebagai catatan, nilai impor beras Indonesia mencapai USD2,2 miliar sepanjang Januari hingga September 2024. Dengan penghentian impor ini, diharapkan anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk mendukung sektor pertanian domestik.
Keputusan ini juga memberikan sinyal positif bagi petani lokal, karena pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mengutamakan produksi dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan langkah ini, Indonesia berharap dapat mencapai kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor beras di masa mendatang.




