SOLO, NGERTI.ID – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini menarik perhatian publik karena berlangsung di tengah konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Rombongan Boroujerdi tiba di rumah Jokowi di Jalan Kutai Utara, Banjarsari, sekitar pukul 11.00 WIB. Jokowi langsung menyambut rombongan dan mengajak berbincang santai di ruang tamu.
Pertemuan itu berlangsung sekitar dua jam. Jokowi menjamu makan siang dengan berbagai menu, seperti lontong sayur, gulai kambing, mi Aceh, ayam goreng kremes, telur ceplok, dan nasi goreng.
Boroujerdi menggambarkan suasana pertemuan berlangsung hangat. Ia memanfaatkan momen itu untuk bersilaturahmi sekaligus membahas sejumlah isu penting.
“Saya bertemu Bapak Joko Widodo untuk mengucapkan selamat Idulfitri dan mendoakan kesehatan beliau serta keluarga,” ujar Boroujerdi.
Ia juga memaparkan kondisi terkini Iran yang tengah menghadapi konflik dengan pihak asing, termasuk serangan Israel dan Amerika Serikat.
Jokowi Tekankan Pentingnya Perdamaian dan Hubungan Diplomatik
Menurut Boroujerdi, Jokowi menunjukkan dukungan dan solidaritas kepada rakyat Iran. Ia menilai sikap itu penting di tengah situasi kemanusiaan global.
Boroujerdi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia mengecam serangan itu karena melanggar hukum internasional.
Dalam pertemuan itu, Boroujerdi memuji kepemimpinan Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Ia menilai Indonesia mengalami kemajuan pesat dan memiliki hubungan luar negeri yang semakin strategis.
Ia juga menyoroti hubungan bilateral Indonesia dan Iran yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Kunjungan Jokowi ke Iran serta kunjungan Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Indonesia pada 2023 memperkuat kerja sama kedua negara.
Boroujerdi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungan kepada Iran.
“Kami berterima kasih atas dukungan Indonesia di masa sulit ini,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Indonesia mendukung kampanye anti-perang yang berbagai organisasi gagas.
Sementara itu, Jokowi menegaskan pentingnya menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran.
“Kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik. Ini penting, baik untuk ekonomi maupun geopolitik,” ujar Jokowi.
Menanggapi isu kapal Indonesia di Selat Hormuz, Jokowi menegaskan pemerintah menangani persoalan tersebut. Namun, ia tetap mendukung kampanye perdamaian.
“Kampanye untuk menghentikan perang itu baik,” ucapnya.
Jokowi menekankan bahwa dunia membutuhkan perdamaian agar hubungan antarnegara tetap stabil. Ia menilai kondisi damai mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu mengatasi krisis energi global.




