Jakarta, Ngerti.ID – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar perkara khusus terkait laporan tudingan ijazah palsu Presiden ke-71 RI, Joko Widodo. Dalam forum tersebut, penyidik memperlihatkan ijazah asli Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Penyidik menunjukkan dokumen tersebut kepada Roy Suryo dan pihak terkait. Langkah itu berlangsung dalam forum resmi di Polda Metro Jaya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa seluruh peserta forum menyetujui penunjukan ijazah tersebut.
“Dalam gelar perkara khusus, penyidik menunjukkan ijazah atas nama Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan UGM. Penyidik sebelumnya menyita dokumen itu dari pelapor, Bapak Insinyur Haji Joko Widodo,” ujar Iman, Kamis (18/12/2025).
Roy Suryo dan rekan-rekannya mengajukan permintaan gelar perkara khusus. Polisi lebih dulu menetapkan mereka sebagai tersangka.
Polda Metro Jaya menggelar kegiatan itu pada Senin (15/12/2025). Tim penasihat hukum Presiden Jokowi turut hadir dalam forum tersebut.
Iman menegaskan bahwa penyidik membuka dokumen itu secara langsung. Penyidik ingin memperjelas pokok perkara yang menjadi sorotan publik.
Setelah gelar perkara, penyidik segera menindaklanjuti rekomendasi forum. Langkah ini bertujuan melengkapi berkas perkara.
Polda Metro Jaya menargetkan proses tersebut memberi kepastian hukum. Aparat ingin menyelesaikan perkara ini secara profesional.
Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Polisi membagi mereka ke dalam dua klaster.
Klaster pertama mencakup Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Klaster kedua mencakup Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa.
Selain menetapkan tersangka, penyidik memeriksa sekitar 130 saksi. Aparat juga menyita 17 jenis barang bukti.
Penyidik turut mengamankan 709 dokumen pendukung. Selain itu, penyidik meminta keterangan dari 22 orang ahli.
“Para ahli berasal dari berbagai latar belakang keilmuan,” tutup Iman.




