JAKARTA, Ngerti.ID – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Erwin Aksa, kembali menyapa masyarakat dengan menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut bertujuan memperkuat karakter kebangsaan warga di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam pemaparannya, Erwin menegaskan bahwa masyarakat harus memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika secara substantif, bukan sekadar menghafalnya. Ia mendorong warga menerapkan nilai-nilai kebangsaan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Erwin menyebut nilai kebangsaan sebagai fondasi utama untuk membangun kehidupan sosial yang inklusif, beradab, dan harmonis. Ia mengajak masyarakat memperkuat toleransi, meningkatkan solidaritas sosial, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai perekat persatuan bangsa.
Selain itu, Erwin menekankan pentingnya kesadaran hukum di tengah masyarakat. Ia menilai kepatuhan terhadap aturan mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan produktif sekaligus memperkuat rasa saling percaya antarwarga.
“Kita perlu menjaga harmoni sosial dengan memperkuat toleransi, solidaritas, dan gotong royong. Budaya taat hukum menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan produktif,” ujar Erwin.
Tantangan Ideologi di Era Digital
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Erwin Aksa menyoroti tantangan ideologi yang semakin kompleks di ruang digital. Ia mengingatkan masyarakat agar bersikap kritis dan selektif ketika menyerap informasi dari media sosial, terutama konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Erwin Aksa menegaskan bahwa keterbukaan terhadap perkembangan global tidak boleh mengikis nilai dasar kebangsaan. Ia menempatkan Pancasila sebagai kompas moral untuk menjaga arah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita boleh terbuka terhadap dunia luar, tetapi ideologi bangsa tidak boleh terkikis. Pancasila tetap menjadi kompas moral yang tidak bisa digantikan oleh nilai asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erwin mengingatkan masyarakat tentang bahaya penyebaran paham radikal yang semakin masif melalui platform digital. Ia mendorong penguatan ketahanan ideologis sejak lingkungan keluarga hingga komunitas sebagai benteng utama persatuan nasional.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan tokoh masyarakat, pemuka agama, penggerak majelis taklim, serta generasi muda dari wilayah Kebon Jeruk dan sekitarnya. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti diskusi, terutama ketika membahas penerapan nilai Pancasila dalam menjawab persoalan sosial aktual.
Melalui kegiatan tersebut, Erwin Aksa berharap masyarakat Jakarta Barat semakin memahami peran strategis Empat Pilar Kebangsaan dan tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI di lingkungan masing-masing.




