Jakarta, Ngerti.ID – Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Susno Duadji, menyatakan keyakinannya bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada akhirnya akan mengungkap sosok berpengaruh yang berada di balik isu ijazah palsu yang terus berkembang selama empat tahun terakhir.
Susno bahkan menyebut keyakinannya melampaui angka 100 persen. Ia menegaskan keyakinannya mencapai “2.567 persen” bahwa Jokowi mengetahui dan siap membuka nama tokoh besar yang menggerakkan isu tersebut ke publik.
Menurut Susno, keyakinan itu tidak sekadar dugaan biasa. Ia mendasarkan penilaiannya pada pengalaman panjang di bidang reserse. Selama sekitar 35 tahun, ia berkarier di fungsi penyidikan Polri dan pernah menjabat sebagai Kabareskrim pada periode 2008–2009.
“Saya yakin Pak Jokowi sudah mengantongi data tentang siapa orang besar di balik isu ini. Bahkan kalau ada unsur asing, beliau tinggal membukanya,” ujar Susno, Jumat (12/12/2025).
Susno Duadji Desak Jokowi Buka Nama Orang Besar
Susno menilai Jokowi perlu segera menyampaikan identitas pihak yang ia maksud agar situasi tidak memicu kegaduhan berkepanjangan di ruang publik.
“Kalau beliau membuka semuanya, persoalan akan menjadi terang. Namun jika tidak, isu ini akan terus berkembang menjadi bola liar dan memicu perpecahan baru,” jelasnya.
Susno berharap Jokowi segera mengambil langkah tegas agar polemik tersebut tidak kembali memunculkan spekulasi yang merugikan Presiden.
“Kalau media dan media sosial sudah cukup membahas ini, sebaiknya beliau langsung membuka siapa orang besarnya. Langkah itu justru menunjukkan politik yang baik,” katanya.
Ia juga membantah anggapan bahwa pernyataan Jokowi soal “orang besar” bertujuan mengalihkan isu politik lain. Menurut Susno, Jokowi tidak mungkin menggunakan cara tersebut setelah memimpin Indonesia selama satu dekade.
“Beliau memimpin ratusan juta rakyat dan puluhan ribu profesor. Tidak mungkin beliau bersembunyi di balik isu seperti ini,” tegas Susno.
Sebelumnya, Jokowi mengaku mengetahui siapa pihak yang berada di balik isu ijazah palsu yang terus muncul dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai isu tersebut sarat kepentingan politik yang bertujuan menurunkan reputasinya.
Meski demikian, Jokowi memilih tidak menyebutkan nama tokoh yang ia maksud dan menilai masyarakat sebenarnya dapat menebaknya sendiri.
“Saya pastikan ada agenda besar dan ada orang besar di baliknya. Saya kira masyarakat bisa menebaknya, jadi tidak perlu saya sampaikan,” ujar Jokowi, Selasa (9/12/2025).
Jokowi juga mempertanyakan alasan pihak tertentu terus mempersoalkan keaslian ijazahnya, padahal Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyatakan dokumen tersebut sah.
Ia menilai polemik ini sebagai bagian dari operasi politik yang pihak tertentu jalankan untuk kepentingan tertentu.
“Kalau mereka hanya main-main, isu ini tidak mungkin berkembang sejauh ini. Pasti ada kepentingan politik di dalamnya,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Jokowi mengajak semua pihak memusatkan perhatian pada tantangan besar ke depan, termasuk perubahan global akibat perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi robotik.
“Jangan sampai kita menghabiskan energi besar untuk urusan yang sebenarnya ringan,” pungkasnya.




