Tanah Laut, Kalimantan Selatan – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memulai penanaman padi perdana menggunakan drone di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, Selasa (12/8/2025). Langkah ini menjadi bagian dari Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk mendorong efisiensi dan produktivitas pertanian.
Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, menjelaskan bahwa penanaman perdana ini mencakup 359 hektare lahan. “Kementan memberikan teknologi drone yang sangat membantu proses penanaman. Teknologi ini membuat pekerjaan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Program CSR di Tanah Laut menargetkan 4.200 hektare lahan. Saat ini realisasinya sudah mencapai sekitar 3.800 hektare. Rahmat mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementan yang mendorong peningkatan produksi pangan. Wilayah yang dulunya rawan banjir kini berubah menjadi lahan produktif.
Rahmat menegaskan bahwa program ini memerlukan perhatian berkelanjutan dari pemerintah pusat. Menurutnya, swasembada pangan harus terjaga untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan generasi mendatang.
Penanggung Jawab Program Swasembada Kalsel, Mulyono, menjelaskan bahwa CSR tidak hanya membuka lahan baru. Program ini juga memberikan bantuan benih, pupuk, herbisida, serta peralatan modern seperti traktor, drone, pompa air, dan combine harvester.
Dengan teknologi tersebut, petani dapat menanam hingga tiga kali dalam setahun, dari yang sebelumnya hanya sekali. Program ini juga melibatkan Brigade Pangan yang beranggotakan 15 pemuda milenial. Mereka terlatih mengoperasikan alat pertanian secara profesional.
Pemkab Tanah Laut menetapkan regulasi perlindungan lahan. Aturannya meliputi larangan alih fungsi dan kewajiban menanam padi minimal lima hingga sepuluh tahun. Target jangka panjangnya adalah mengoptimalkan seluruh 40 ribu hektare sawah di Tanah Laut agar panen tiga kali setahun. Tujuannya untuk memperkuat pasokan beras nasional.
“Kalau semua bupati seperti beliau (Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto), saya yakin urusan pertanian akan selesai,” kata Mulyono.






