Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan bahwa per Maret 2025, jumlah transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia telah mencapai 1 miliar. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam adopsi sistem pembayaran digital di tanah air.
Gibran menyatakan bahwa QRIS memberikan kemudahan bagi pedagang dan konsumen, sehingga tidak mengherankan jika penggunaannya meningkat pesat. Namun, ia juga menyoroti bahwa ada pihak-pihak yang merasa ‘gerah’ dengan kemajuan sistem transaksi keuangan ini, meskipun tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang dimaksud.
“Tidak heran jika penggunaannya (QRIS) meledak luar biasa, dan sedikit membuat gerah pihak lain,” ujar Gibran dalam video monolog yang diunggah di akun Instagram resminya.
Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa per Maret 2025, pengguna QRIS telah mencapai lebih dari 56 juta orang, dengan jumlah merchant yang menyediakan QRIS mencapai lebih dari 38 juta. Sekitar 93% dari total merchant tersebut adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Volume transaksi QRIS meningkat 173% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai transaksi mencapai Rp104 triliun, atau naik 149% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan peran penting QRIS dalam mendorong inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi di Indonesia. <ndh>




