Demak – Warga Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tetap menggelar upacara Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia meski banjir rob merendam wilayah mereka, Minggu (17/8/2024).
Genangan air setinggi paha orang dewasa tidak menghalangi pasukan pengibar bendera dan petugas pembaca teks Proklamasi untuk berdiri di dalam air. Sementara itu, pembina upacara bersama sejumlah petugas berdiri di atas jembatan papan kayu yang warga gunakan setiap hari sebagai penghubung antar rumah.
Ratusan warga Dukuh Timbulsloko, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, memadati area sekitar jembatan untuk mengikuti jalannya upacara.
“Setiap 17 Agustus kami tetap memperingati kemerdekaan, meski air rob naik. Semangat kemerdekaan tidak boleh padam,” kata pembina upacara, Bakrun (57), seusai kegiatan.
Bakrun menjelaskan, warga sudah empat kali menggelar upacara di tengah rob sejak mereka membuat jembatan antar rumah. Sebelum ada jembatan, warga tidak pernah melaksanakan upacara karena akses terlalu sulit.
Banjir rob menahun terus menghantam Timbulsloko. Dari sekitar 150 rumah, warga kini hanya menempati 87 rumah. Sebagian orang memilih pindah, sedangkan lainnya tetap bertahan meski air terus menggenangi lingkungan.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan utama menuju kampung. Walaupun rumah sederhana, kalau akses lancar orang bisa bekerja dengan nyaman,” tambah Bakrun.
Tokoh masyarakat setempat, Sobirin, menjelaskan bahwa warga rutin menggelar upacara bendera untuk memperingati HUT RI sejak 2018. Selain itu, warga juga mengadakan slametan dan doa bersama untuk para pahlawan setiap malam 17 Agustus.
“Warga merasa perlu memeriahkan kemerdekaan. Walaupun desa tenggelam, kami tetap menunjukkan rasa cinta kepada Indonesia dengan melaksanakan upacara,” ujar Sobirin.




