Olahraga – Fernandez menangkan gelar keempat, Leylah Fernandez tampil luar biasa di final Mubadala Citi DC Open 2025 yang berlangsung di Washington, Minggu (27/7). Petenis asal Kanada itu mengalahkan Anna Kalinskaya dengan skor telak 6-1, 6-2 dalam waktu satu jam sembilan menit.
Fernandez langsung menguasai permainan sejak set pertama. Ia merebut dua break point dan menjaga servisnya tetap aman tanpa kehilangan fokus. Kemenangan ini menambah koleksi gelarnya menjadi empat di level WTA, sekaligus menandai gelar perdananya di turnamen WTA 500.
Fernandez menyampaikan komentarnya usai laga. “Pertandingan ini sangat solid dari sisi saya. Saya bisa bermain dengan gaya permainan saya di saat-saat penting,” ujar Fernandez, dikutip dari WTA Tennis.
Dengan hasil ini, Fernandez menghentikan puasa gelar yang berlangsung sejak Hong Kong Open pada Oktober 2023. Sepanjang turnamen, ia mempertahankan konsistensi permainannya dan menjaga mental bertanding di level tertinggi.
Fernandez Menangkan Gelar Keempat, Kemenangan Sulit dan Tantangan Mental
Fernandez melewati perjalanan yang berat sebelum mengangkat trofi. Ia mengalahkan Elise Mertens dalam laga semifinal yang berlangsung selama tiga jam lebih. Pada pertandingan tersebut, Fernandez bertahan dalam kondisi fisik yang terkuras dan tetap menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis lewat tiebreak.
“Saya dan lawan sangat kelelahan. Saat istirahat, kami sama-sama menjawab: burger,” candanya ketika menjawab pertanyaan media soal pemulihan fisik.
Fernandez juga menekankan pentingnya kekuatan mental dalam turnamen ini. “Saya telah melewati banyak tantangan berbeda minggu ini. Itu semua membuat saya lebih kuat,” ujarnya kepada Star Tribune.
Saat ini, Fernandez menempati peringkat ke-36 dunia. Setelah meraih gelar di Washington, ia mengarahkan fokusnya ke turnamen Canadian Open di Montreal. Pada babak pertama, ia akan menghadapi Maya Joint yang menerima wildcard sebagai wakil tuan rumah.
Fernandez yang masih berusia 22 tahun terus menunjukkan perkembangan dalam aspek teknik dan mental bertanding. Kemenangan di Washington memperkuat posisinya sebagai salah satu petenis muda paling berbahaya di tur WTA saat ini.




