Solo – Turnamen bulutangkis kelompok usia muda, Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Tengah 2025, memasuki babak puncak pada Sabtu (21/6). Gelaran final ini berlangsung di GOR FKOR UNS, Solo, yang sejak 16 Juni lalu telah menjadi pusat persaingan atlet-atlet muda dari berbagai penjuru Indonesia.
Sirnas A Jateng 2025 tercatat diikuti oleh lebih dari 1.070 peserta. Para atlet bersaing di 15 nomor pertandingan, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap ajang pencarian bakat dan pembinaan prestasi bulutangkis nasional.
Pertandingan final diselenggarakan secara bersamaan di tiga lapangan utama. Lapangan 1 akan memainkan enam partai, lapangan 2 lima partai, dan lapangan 3 empat partai, dengan jadwal dimulai pukul 10.00 WIB untuk lapangan utama dan 10.10 WIB di lapangan dua dan tiga.
Di sektor ganda campuran dewasa (GDC), partai menarik tersaji antara pasangan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti yang menghadapi Daniel Edgar Marvino/Az Zahra Ditya Ramadhani. Sementara itu, di tunggal remaja putri (TRI), Ghina Khairani Guniandi akan berhadapan dengan Divya Amanta Kuncoro.
Final ganda putra dewasa (GDA) juga dipastikan seru dengan duel antara Daniel Edgar Marvino/Muh. Putra Erwiansyah melawan Dwiki Rafian Restu/Muhammad Juan Elgiffani. Selain itu, pertandingan di kategori ganda remaja campuran (GRC) juga menyita perhatian saat Oka Faiq Januar/Nur Hafidzah Afifah menantang Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Rachel Machalul Cahya Ayu.
Lapangan 3 pun tak kalah menarik, dengan partai seperti ganda taruna campuran (GTC) mempertemukan Ikhsan Lintang Pramudya/Angelita Magdalena Yusup kontra Ghian Rizqy Sofyan/Salsabila Zahra Aulia. Di kategori tunggal dewasa putri (TDI), Mutiara Ayu Puspitasari berjumpa Chiara Marvella Handoyo.
Sirnas A Jateng menjadi salah satu agenda penting dalam kalender bulutangkis nasional. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga panggung pembuktian bagi para atlet muda sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk seleksi nasional dan internasional.
Dengan total 15 final yang dipertandingkan, hari penentuan di Solo ini diharapkan melahirkan juara-juara baru sekaligus memperkuat regenerasi atlet nasional di masa mendatang. <spl>




