BEIJING – Indonesia raih empat medali, kontingen para panahan Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Para Panahan Asia 2025 yang berlangsung di Beijing, China. Mereka membawa pulang empat medali, terdiri atas satu perak dan tiga perunggu dari berbagai nomor kompetisi.
Indonesia Raih Empat Medali Ken Swagumilang Sumbang Perak dan Perunggu
Ken Swagumilang mencetak skor 143 saat menghadapi Ai Xinliang dari Tiongkok dalam final nomor tunggal compound putra. Meskipun tidak menang, Ken tetap tampil solid dan membawa pulang medali perak usai bersaing sengit sepanjang laga. Setelah itu, ia juga bekerja sama dengan Arif Firmansyah di nomor ganda putra compound dan menambah satu medali perunggu. Duet keduanya menampilkan koordinasi baik dan mampu mengungguli lawan dari Jepang di babak penentuan.
Indonesia Raih Empat Medali Perunggu Campuran Tambah Semangat Tim
Ken kembali turun bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly pada nomor compound campuran dan sukses menyabet medali perunggu. Keduanya memperlihatkan akurasi tinggi dan mental kuat dalam menghadapi tekanan dari tim India. Sementara itu, pasangan Kholidin dan Noviera Ross meraih satu medali perunggu lagi pada kategori ganda recurve campuran. Mereka menjaga kestabilan skor sejak awal hingga akhir pertandingan dengan strategi yang tepat dan teknik matang.
Pelatih Soroti Regenerasi dan Target Paralimpiade
Rameez Ali Surya Negara, pelatih kepala tim para panahan, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh atlet selama kejuaraan berlangsung. Ia menilai performa para debutan seperti Arif dan Noviera sangat menjanjikan dan berkontribusi pada pencapaian tim. Oleh karena itu, ia memastikan persiapan teknis akan ditingkatkan untuk menghadapi kejuaraan dunia mendatang. Rameez juga menekankan pentingnya regenerasi demi menyongsong Paralimpiade Los Angeles 2028.
Fokus Kejuaraan Dunia dan Pembinaan Jangka Panjang
Tim para panahan Indonesia menargetkan prestasi lebih baik di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2025 di Korea Selatan dan Uni Emirat Arab. Atlet akan menjalani program latihan intensif untuk mengasah teknik, kekuatan mental, serta adaptasi terhadap kondisi pertandingan global. Dengan strategi pembinaan jangka panjang, Rameez berharap tim dapat menembus persaingan ketat di level dunia. Keberhasilan di Beijing menjadi momentum untuk menatap peluang emas di turnamen besar selanjutnya.




