Jakarta – Pemerintah salurkan dana langsung, Pemerintah menyiapkan anggaran besar senilai Rp335 triliun dalam APBN 2026 untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kementerian Keuangan menyalurkan dana tersebut langsung ke dapur pelaksana tanpa melewati Badan Gizi Nasional (BGN) agar proses penyaluran berjalan lebih cepat dan transparan.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa sistem baru ini membuat alur distribusi anggaran menjadi lebih efisien. “Tidak melalui BGN, Menteri Keuangan langsung mentransfer ke dapur. Jadi, tidak mampir ke BGN,” ujar Nanik di Jakarta Pusat. Ia menegaskan bahwa BGN hanya mengelola dana operasional seperti gaji staf, tenaga ahli gizi, dan akuntan.
Pemerintah Salurkan Dana Langsung Masuk ke Dapur
Kementerian Keuangan menyalurkan dana makan sebesar Rp15.000 per porsi langsung ke dapur-dapur pelaksana di setiap daerah. Sistem ini memungkinkan pemerintah memantau aliran dana secara real time, termasuk jumlah dana yang diterima dan digunakan setiap hari. Mekanisme baru ini juga menekan potensi keterlambatan distribusi dan memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
Nanik menjelaskan bahwa sistem transfer langsung memudahkan evaluasi kinerja dapur pelaksana di seluruh Indonesia. Ia menambahkan bahwa Kemenkeu terus mengawasi pelaksanaan penyaluran agar program berjalan sesuai target dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan asupan gizi seimbang.
Transparansi dan Efisiensi Jadi Fokus
Pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Transparansi menjadi kunci utama dalam kebijakan baru ini. Kemenkeu mencatat setiap transaksi dalam sistem pemantauan yang terhubung dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di seluruh wilayah.
Langkah ini memperkuat komitmen pemerintah dalam menciptakan penyaluran anggaran yang efisien dan tepat sasaran. Melalui sistem transfer langsung, pemerintah menegaskan bahwa setiap rupiah dalam program MBG akan benar-benar masuk ke dapur pelaksana, bukan berhenti di birokrasi panjang.
Dengan strategi baru ini, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara merata dan berkelanjutan.




