Jakarta – Sabar Reza kalah dramatis, Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, menelan pil pahit pada debut mereka di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025. Pasangan muda ini harus mengakui keunggulan wakil Denmark, Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard, dengan skor ketat 18-21, 21-18, 24-26.
Sabar Reza Kalah Dramatis Pertandingan Sengit Hingga Poin Setting
Sabar/Reza membuka laga dengan penuh semangat, tetapi lawan mampu mendominasi gim pertama. Kjaer/Sogaard tampil agresif dan menutup gim dengan kemenangan 21-18. Pada gim kedua, Sabar/Reza bangkit dengan permainan cepat dan variasi serangan yang lebih tajam. Mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat skor 21-18.
Gim penentuan berlangsung dramatis. Sabar/Reza berusaha mengendalikan permainan, bahkan sempat memimpin saat poin mendekati akhir. Namun, beberapa kesalahan kecil merusak konsentrasi mereka. Pertandingan berlanjut hingga poin setting 24-24. Pada momen krusial itu, fault service menimpa pasangan Indonesia. Momentum pun hilang, dan Kjaer/Sogaard akhirnya menutup laga dengan kemenangan tipis 26-24.
Rasa Kecewa Setelah Kalah di Debut
Sabar merasa kecewa karena gagal membawa kemenangan pada debut Kejuaraan Dunia. Ia menegaskan bahwa laga tersebut menjadi salah satu mimpinya, tetapi hasil akhir belum sesuai harapan. “Pastinya sedih karena ini debut kami di Kejuaraan Dunia dan merupakan mimpi kami juga,” ujar Sabar.
Ia mengakui banyak melakukan kesalahan teknis, mulai dari kontrol bola yang kurang tepat hingga keputusan terburu-buru dalam beberapa rally. Kondisi fisik yang terkuras membuat fokus mereka menurun di poin-poin penting.
Reza juga mengungkapkan kekecewaan mendalam. Ia menyoroti seringnya mereka terkena fault service, terutama di momen penentuan. Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan karena merusak ritme permainan. “Kita biasanya pernah kena fault di turnamen lain, tetapi tidak sampai 5-6 kali. Paling menyakitkan saat poin setting tadi,” kata Reza.
Harapan ke Depan
Meski kalah, Sabar/Reza tetap bertekad bangkit di turnamen berikutnya. Mereka menganggap kekalahan ini sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki kelemahan. Fokus latihan ke depan akan diarahkan pada kontrol bola, manajemen emosi, serta perbaikan teknik service agar tidak mengulang kesalahan serupa.
Bagi Sabar/Reza, debut di Kejuaraan Dunia memang belum membuahkan hasil manis. Namun, pengalaman menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi diyakini akan memperkuat mental mereka untuk tampil lebih baik di ajang internasional selanjutnya.




