London – Tottenham Hotspur secara resmi memecat pelatih kepala Ange Postecoglou pada Jumat, 6 Juni 2025, hanya dua pekan setelah ia membawa klub menjuarai UEFA Europa League. Keputusan mengejutkan ini datang di tengah sorotan atas performa buruk Spurs di Liga Inggris musim 2024/2025.
Dalam pernyataan resmi klub, manajemen menyebut pemecatan ini sebagai langkah strategis untuk masa depan Tottenham. Meskipun Postecoglou sukses memberikan gelar bergengsi pertama bagi Spurs dalam 17 tahun terakhir dengan kemenangan 1-0 atas Manchester United di final Europa League, hal tersebut dinilai tidak cukup untuk menutupi kegagalan di kompetisi domestik.
Tottenham menutup musim Liga Inggris di posisi ke-17 klasemen, hanya satu strip di atas zona degradasi. Dari 12 pertandingan terakhir di liga, tim hanya mampu mencatatkan satu kemenangan. Total, Postecoglou membukukan 47 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 39 kekalahan selama dua musim menukangi Spurs.
Ketua klub, Daniel Levy, mengatakan bahwa keputusan ini bukan semata-mata reaktif atas hasil, tetapi hasil evaluasi menyeluruh terhadap arah dan ambisi klub. Ia mengakui jasa Postecoglou dalam mengakhiri puasa gelar Spurs, namun menyatakan bahwa konsistensi di Liga Inggris adalah prioritas utama.
Beberapa nama langsung mencuat sebagai kandidat pengganti Postecoglou. Di antaranya adalah Thomas Frank (Brentford), Marco Silva (Fulham), dan Andoni Iraola (Bournemouth). Frank disebut sebagai kandidat terkuat, meskipun memiliki klausul pelepasan sebesar £10 juta.
Sementara itu, Postecoglou menyampaikan rasa bangga atas pencapaiannya bersama Tottenham dan berharap yang terbaik untuk klub di masa depan. Pelatih asal Australia itu juga menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan baru, dengan sejumlah klub Eropa dikabarkan sudah menunjukkan ketertarikan.
Pemecatan ini menambah daftar panjang pergantian pelatih Tottenham dalam beberapa tahun terakhir. Klub London Utara itu kini memasuki era baru lagi dalam upaya mencari kestabilan dan prestasi yang berkelanjutan.




