Otomotif – Driver ojol tuntut tarif, ribuan pengemudi ojek online dari berbagai kota telah merencanakan aksi demonstrasi nasional pada 22 Juli 2025. Mereka mengaku telah kehilangan kesabaran karena aplikator tidak merespons tuntutan secara adil.
Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Igun Wicaksono, menegaskan bahwa driver akan menyuarakan protes secara kolektif. Ia mengatakan, “Kami telah bersabar terlalu lama. Sekarang saatnya kami menyuarakan aspirasi secara terbuka.”
Para driver terus meminta aplikator untuk mendengarkan suara mereka. Selain itu, mereka mendorong perusahaan aplikasi agar tidak membuat kebijakan sepihak. Mereka ingin ikut berpartisipasi dalam setiap keputusan yang menyangkut pekerjaan mereka.
Driver Ojol Tuntut Tarif Tarif Layak dan Sistem Adil Menjadi Tuntutan Utama
Pengemudi ojol meminta kenaikan tarif dasar menjadi Rp3.000 per kilometer serta tarif minimum Rp15.000 per perjalanan. Mereka juga menyerukan penghapusan sistem performa yang menekan serta menuntut transparansi dalam pembagian hasil.
Selain tarif dan sistem, para driver juga menolak potongan komisi yang dinilai terlalu tinggi. Mereka menganggap pembagian komisi saat ini merugikan mitra pengemudi. Oleh karena itu, mereka meminta sistem kemitraan yang lebih adil dan tidak eksploitatif.
Meskipun begitu, para driver menyatakan tidak menolak teknologi. Mereka tetap mendukung inovasi, tetapi menuntut keadilan dalam sistem kerja. “Kami mitra, bukan bawahan,” ujar Igun.
ADO mendesak pemerintah agar turun tangan. Mereka ingin pemerintah memfasilitasi dialog terbuka dan mengawasi kebijakan aplikator secara ketat. Jika tidak, mereka menyatakan siap menggelar aksi besar-besaran.
Di sisi lain, sejumlah komunitas pengemudi ojol mulai menggalang dukungan melalui media sosial. Ajakan untuk menyuarakan aspirasi terus menyebar melalui grup percakapan internal dan platform digital. Dukungan dari masyarakat pun mengalir, terutama dari konsumen yang memahami kondisi para pengemudi di lapangan.
Isu ini memicu diskusi publik yang luas mengenai keadilan tarif dan perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal digital. Para pengemudi pun terus menyusun strategi untuk memastikan aspirasi mereka terdengar jelas oleh pihak terkait.




