Gaza – Israel bunuh tokoh Palestina serangan udara Israel kembali mengguncang Gaza dan secara langsung menewaskan Faraj Al-Ghoul, anggota Dewan Legislatif Palestina yang terpilih melalui pemilu. Jet tempur menargetkan rumahnya saat ia bersama keluarganya berada di lokasi.
Militer Israel menyasar wilayah permukiman padat di Kota Gaza dan melepaskan rudal yang menghancurkan bangunan tempat tinggal Al-Ghoul. Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa Al-Ghoul dan beberapa anggota keluarganya langsung tewas dalam insiden tersebut.
Hamas menyampaikan pernyataan duka dan menegaskan bahwa Faraj Al-Ghoul merupakan tokoh penting yang memimpin Komite Hukum Parlemen. Ia dikenal vokal menolak pendudukan Israel dan aktif memperjuangkan keadilan hukum bagi warga Palestina.
Selain itu, Hamas menyebut Al-Ghoul sebagai “syuhada perjuangan” dan menyerukan pembalasan atas pembunuhan tersebut. “Pembunuhan ini hanya memperkuat tekad kami untuk terus melawan,” ujar juru bicara Hamas dengan tegas.
Israel Bunuh Tokoh Palestina Korban Sipil Terus Bertambah, Dunia Mulai Bereaksi
Hingga kini, data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 38.000 warga Palestina telah tewas sejak Oktober 2023. Sebagian besar korban terdiri dari perempuan dan anak-anak yang tidak memiliki perlindungan di tengah konflik bersenjata ini.
Organisasi hak asasi manusia internasional mengecam serangan yang menyasar tokoh politik dan permukiman sipil. Mereka menyerukan investigasi mendalam terhadap dugaan pelanggaran hukum kemanusiaan dan menuntut Israel mempertanggungjawabkan aksinya.
Di sisi lain, negara-negara seperti Turki dan Qatar secara konsisten menekan komunitas internasional agar bertindak. Mereka juga mendesak PBB mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri agresi yang terus menimbulkan krisis kemanusiaan besar di Gaza.
Hamas Tegaskan Perjuangan Tidak Akan Padam
Setelah kematian Al-Ghoul, Hamas langsung menyatakan bahwa perjuangan Palestina akan terus berlanjut. Mereka memobilisasi dukungan di seluruh wilayah untuk memperkuat basis perlawanan terhadap pendudukan dan serangan yang terus berlangsung.
“Setiap syuhada adalah tonggak perlawanan. Kami tidak akan mundur,” kata perwakilan politik Hamas. Kelompok tersebut juga menyerukan solidaritas global untuk menghentikan penjajahan dan menekan Israel agar menghormati hukum internasional.
Dengan situasi yang semakin memburuk, masyarakat internasional harus segera mengambil langkah konkret. Tanpa tekanan diplomatik yang kuat, Gaza akan terus menderita dan konflik akan terus menelan korban yang tidak berdosa.




