Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis harga beras di Indonesia akan turun dalam satu hingga dua minggu ke depan. Ia menyatakan pemerintah tengah mengintensifkan langkah-langkah stabilisasi harga, termasuk lewat operasi pasar besar-besaran di berbagai daerah.
“Setiap pagi kita lakukan operasi pasar. Kami mulai beberapa hari lalu serentak di seluruh Indonesia. Seluruh BUMN bergerak bersama. Pemerintah telah menyiapkan stok beras sebanyak 1,3 juta ton.. Kami yakin dalam satu hingga dua minggu harga beras akan turun,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (20/7).
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap lonjakan harga beras yang terjadi di sejumlah daerah dan berkontribusi terhadap inflasi nasional, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemerintah memprediksi harga beras akan turun setelah menggelar operasi pasar secara serentak.
Selain menggelar operasi pasar, Mentan Amran menyoroti praktik kecurangan berupa pengoplosan beras yang, menurutnya, telah memperburuk kualitas dan merusak struktur harga di pasaran. Ia memastikan pemerintah telah menindak pelaku dan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Amran menegaskan bahwa beberapa produsen telah mengirim surat langsung yang menyatakan penurunan harga satu kemasan beras premium sebesar Rp1.000. Ia meminta semua pengusaha beras tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET) dan memastikan mutu sesuai jika beras premium maka harus premium, jika medium maka harus medium.
Ia menyebut bahwa tim pemerintah sudah memeriksa 25 merek beras dari total 212 merek yang diduga terlibat dalam praktik oplosan. Pemerintah bersama Kepolisian RI juga akan memeriksa tambahan 40 hingga 50 merek secara maraton.
Amran menegaskan bahwa langkah tegas terhadap kecurangan pangan merupakan instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
“Perusahaan yang melanggar akan ditindak. Ini perintah Bapak Presiden Prabowo. Kita harus jaga ketenangan dan ketersediaan pangan nasional, apalagi di saat banyak negara mengalami krisis pangan,” ujarnya.
Amran membandingkan situasi Indonesia dengan beberapa negara tetangga. “Di Malaysia, Jepang, dan Filipina, harga beras melonjak. Di Jepang bahkan mencapai Rp100 ribu per kilogram. Kita patut bersyukur harga beras di Indonesia masih berkisar Rp13 ribu–Rp15 ribu per kilogram,” tutupnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras terjadi di 178 kabupaten/kota pada pekan kedua Juli 2025. Di Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi), harga naik 1,52 persen menjadi Rp14.427 per kg.
Sementara di Zona 2 (Aceh, Sumut, Riau, Kalimantan, NTT), harga meningkat 0,9 persen menjadi Rp15.431 per kg, sedikit di atas HET Rp15.400. Zona 3 (Maluku dan Papua) mencatat harga rata-rata tertinggi, yakni Rp19.791 per kg, jauh di atas HET Rp16.800.




