Keluarga Awali Prosesi dengan Kebaktian dan Linwuk
Jakarta – Sarwendah menjalankan ritual Linwuk, prosesi kremasi jenazah ayahnya dengan sebuah ritual penuh makna. Setelah kebaktian pagi di Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, ia bersama ibu dan adik menggelar ritual linwuk. Mereka membakar dupa dan kertas khas tradisi Tionghoa sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum Hendrik Lo.
Dalam suasana khidmat, keharuan mengisi ruangan. Sarwendah terlihat memeluk erat foto ayahnya, sementara Eko Patrio ikut hadir untuk memberi dukungan. “Setegar apapun dia, namanya ditinggal orang terkasih pasti sedih ya,” ungkap Eko.
Sarwendah Menjalankan Ritual Linwuk Proses Kremasi dan Pelarungan Abu di Laut Ancol
Usai ritual linwuk, keluarga memindahkan jenazah ke ruang krematorium sekitar pukul 10.26 WIB. Pihak rumah duka langsung memulai proses kremasi sekitar pukul 11.18 WIB, dan prosesi itu berlangsung selama 3,5 jam. Kemudian, keluarga membawa abu almarhum untuk dilarung ke Laut Ancol, sekitar pukul 14.30 WIB.
Hendrik Lo wafat pada 19 Juli 2025 sekitar pukul 08.18 WIB di RS Tzu Chi, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Selama lima hari, Sarwendah dan keluarga menyelenggarakan serangkaian prosesi, mulai dari kebaktian awal hingga ritual penutup di pantai.
Momen Haru dan Kenangan Sosok Ayah
Eko Patrio menggambarkan sosok almarhum sebagai pribadi yang humoris dan penyayang. Ia menyebut, “Beliau itu suka bercanda dan orangnya memang lucu. Lebih lucu dari saya malah,” tutur Eko. Ucapan Eko memunculkan senyum di tengah suasana duka.
Lebih lanjut, anggota keluarga termasuk Sarwendah berjalan mengiringi peti sambil menatap kosong, menunjukkan kedalaman kehilangan mereka. Betrand Peto sempat mengusap wajah Sarwendah sebagai bentuk dukungan emosional.
Dengan rangkaian ini, keluarga Sarwendah menunjukkan penghormatan penuh dan cinta untuk sosok Hendrik Lo. Mereka tidak hanya melepas kepergian ayah, tetapi juga merayakan kenangan indah yang ia tinggalkan, dari tawa hingga kasih sayang dalam keseharian.
Keluarga menyiapkan perlengkapan ritual dengan cermat, mulai dari pakaian putih hingga dupa yang menyala sepanjang prosesi. Mereka menjalani langkah-langkah Linwuk sesuai tradisi, sementara suasana haru menyelimuti seluruh anggota keluarga yang hadir.
Kerabat dan sahabat memberikan dukungan moral secara langsung selama prosesi berlangsung. Keluarga juga merancang setiap detail acara dengan penuh ketulusan, sehingga suasana duka terasa begitu mendalam.




