Vatikan, Ngerti.id — Dunia Katolik akhirnya memiliki pemimpin baru. Pada Kamis malam, 8 Mei 2025 waktu Vatikan, asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina, menandai terpilihnya Paus baru oleh para kardinal dalam konklaf yang berlangsung selama 33 jam—menjadikannya salah satu proses pemilihan Paus tercepat dalam sejarah modern Gereja Katolik.
Tradisi “Habemus Papam!” yang berarti “Kita memiliki Paus!” kembali terdengar dari balkon Basilika Santo Petrus, meski identitas Paus baru masih menanti pengumuman resmi. Dalam waktu dekat, umat Katolik sedunia menantikan momen bersejarah ketika Paus terpilih akan muncul untuk pertama kalinya dan memberikan berkat Urbi et Orbi.
Konklaf kali ini diselenggarakan menyusul wafatnya Paus Fransiskus pada awal April lalu. Para kardinal dari seluruh dunia berkumpul untuk memilih sosok yang akan memimpin Gereja Katolik di tengah tantangan zaman modern, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik global.
Spekulasi mengenai siapa yang terpilih pun beredar luas. Beberapa nama kandidat kuat sempat mencuat, termasuk Kardinal dari Asia dan Afrika, mencerminkan potensi perubahan arah pastoral Gereja ke wilayah Selatan Global yang populasi Katoliknya terus bertumbuh.
Sampai saat ini, suasana di Vatikan dipenuhi rasa haru, sukacita, dan antisipasi. Ribuan umat memadati Lapangan Santo Petrus, berdoa dan menyambut kepemimpinan baru dengan harapan akan era pembaruan dan kedamaian.
Ngerti.id akan terus memantau perkembangan dan memberikan laporan langsung dari Vatikan saat pengumuman resmi identitas Paus baru dilakukan.




