SANNA,YAMAN-ngerti.id– Militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Bandara Internasional Sanaa, Yaman, pada Selasa (6/5), sebagai balasan atas serangan rudal Houthi yang menghantam dekat Bandara Ben Gurion, Israel, pada Minggu sebelumnya. Serangan ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur bandara dan menghentikan seluruh aktivitas penerbangan.
Sebelum serangan, militer Israel mengeluarkan peringatan kepada warga sipil di sekitar bandara untuk segera mengungsi. Serangan kemudian menghantam landasan pacu, pesawat yang terparkir, dan fasilitas lainnya, termasuk pembangkit listrik dan pabrik semen di wilayah sekitar Sanaa. Militer Israel menyatakan bahwa serangan ini ditujukan untuk menonaktifkan infrastruktur yang digunakan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran.
Akibat serangan ini, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sanaa dihentikan tanpa batas waktu. Direktur bandara mengumumkan penangguhan ini melalui media sosial, menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi sangat parah dan memerlukan waktu untuk perbaikan.
Menurut laporan media yang dikelola oleh Houthi, serangan tersebut menyebabkan setidaknya empat orang tewas dan 39 lainnya terluka. Namun, angka ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Serangan ini merupakan respons langsung atas serangan rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi pada Minggu (4/5), yang menghantam dekat Bandara Ben Gurion di Israel dan menyebabkan beberapa orang terluka. Kelompok Houthi menyatakan bahwa serangan mereka adalah bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Iran mengecam keras serangan Israel di Yaman, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Sementara itu, PBB menyerukan semua pihak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang sudah memanas sejak pecahnya perang di Gaza.




