Damaskus – Israel serang wilayah Suriah, Situasi di wilayah selatan Suriah memanas setelah pasukan Israel meluncurkan serangan udara di tengah konflik bersenjata antara suku Arab Badui dan kelompok etnis Druze. Serangan ini memperburuk kondisi keamanan yang sudah genting akibat bentrokan lokal yang berlangsung sejak awal pekan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pasukan Israel menggempur area yang tidak jauh dari pusat konflik antarsuku, dengan klaim menyasar posisi militer yang digunakan kelompok pro-Iran. Namun, di saat bersamaan, wilayah tersebut masih menjadi lokasi bentrokan suku yang menewaskan puluhan orang.
“Israel bikin rusuh, ikut gempur Suriah,” tulis laporan yang menyertakan keterangan dari saksi di lapangan. Aksi militer ini terjadi tanpa peringatan dan memunculkan kepanikan baru di antara warga sipil.
Israel Serang Wilayah Suriah Bentrokan Antarsuku Pecah, Puluhan Tewas
Konflik berdarah antara suku Arab Badui dan komunitas Druze pecah di Provinsi Suwayda, Suriah selatan, dan menewaskan sedikitnya 89 orang. Bentrokan bermula dari perebutan wilayah, yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan berskala luas.
Warga menyebutkan bahwa kedua kelompok menggunakan senjata ringan dan berat, dengan medan tempur menyebar ke beberapa desa dan jalan utama.
Pasukan keamanan Suriah berupaya menengahi konflik tersebut, tetapi tembakan terus terdengar hingga malam hari. Beberapa laporan juga mencatat adanya pengungsian massal dari warga yang khawatir menjadi korban bentrok susulan.
Serangan Israel Menambah Keruh Situasi
Di tengah ketegangan lokal, serangan udara Israel terhadap posisi militer Suriah menambah dimensi baru pada konflik. Pemerintah Suriah menyatakan bahwa Israel menarget fasilitas yang berada jauh dari garis pertempuran antarsuku, namun tetap berdampak pada wilayah sipil.
Serangan tersebut disebut menimbulkan kerusakan pada infrastruktur sipil dan menewaskan beberapa anggota militer Suriah.
Kehadiran Israel dalam konflik domestik ini memicu kecaman dari berbagai pihak, yang menilai bahwa tindakan tersebut dapat memperluas skala kekerasan di kawasan.
“Serangan ini tidak hanya menyerang wilayah kami, tetapi juga mempermalukan kedaulatan negara kami,” ujar seorang pejabat Suriah dalam keterangannya.
Saat ini, komunitas internasional menyerukan gencatan senjata dan dialog damai antara pihak-pihak yang terlibat. Namun, dengan ketegangan yang masih tinggi, prospek perdamaian jangka pendek masih terlihat suram.




