TEL AVIV– Israel ajukan gencatan senjata Pemerintah Israel menyatakan kesiapan untuk menghentikan operasi militernya di Gaza secara permanen. Namun, Menteri Pertahanan Yoav Gallant menegaskan bahwa Hamas harus kehilangan seluruh kekuatan militernya sebelum gencatan itu terjadi. Ia menekankan, “Kami tidak tertarik untuk terus berada di Gaza. Namun kami tidak akan membiarkan Hamas mempertahankan kemampuan militer atau pemerintahan di wilayah itu.”
Israel Ajukan Gencatan Senjata Bukan Tanpa Syarat
Gallant menambahkan bahwa “Kemenangan yang menentukan berarti mengakhiri kekuasaan Hamas atas Gaza.” Selain itu, ia menegaskan bahwa hanya jika tidak ada ancaman militer dari Gaza, Israel dapat merasa benar-benar menang. “Entitas mana pun yang mengambil alih pemerintahan di Gaza harus menjamin keamanan warga Israel,” tegas Gallant lagi.
Fokus Israel pada Demiliterisasi Total
Gallant menyebut bahwa Israel akan menghentikan agresinya jika Hamas benar-benar kehilangan kekuatan bersenjata. Ia meminta pihak internasional turut mengawasi proses demiliterisasi agar berjalan transparan dan efektif. Menurutnya, jika tidak ada jaminan konkret, gencatan senjata hanya akan bersifat sementara.
Dukungan Internasional dan Tekanan Diplomatik
Sejumlah pengamat menilai pendekatan Israel kali ini sebagai langkah strategis untuk membuka jalur diplomasi baru, sekaligus menunjukkan ketegasan terhadap ancaman bersenjata. Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa mendukung inisiatif gencatan senjata dengan catatan Hamas harus menyerahkan senjatanya.
Di sisi lain, peran mediator seperti Qatar dan PBB menjadi krusial dalam proses penyusunan kerangka perjanjian yang adil. Para diplomat juga menekankan pentingnya solusi dua negara dan jaminan perlindungan terhadap warga sipil Palestina.
Pemerintah Israel terus menjalin komunikasi intensif dengan mediator regional, termasuk Mesir dan Qatar, guna mendorong tercapainya kesepakatan jangka panjang. Setiap pertemuan diplomatik berlangsung dengan tekanan tinggi karena masing-masing pihak membawa tuntutan yang saling bertentangan. Meski begitu, beberapa pejabat menyatakan bahwa peluang mencapai kesepakatan masih terbuka selama pihak Hamas menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian.
Sementara itu, masyarakat internasional semakin menaruh perhatian besar terhadap dampak krisis kemanusiaan di Gaza. Organisasi-organisasi kemanusiaan terus menyerukan gencatan senjata permanen agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar. Beberapa negara di Eropa bahkan mulai mempertimbangkan langkah diplomatik tambahan untuk menekan kedua pihak duduk bersama di meja perundingan dan mencari solusi damai yang adil dan berkelanjutan.




