Close sidebar
Advertisement Advertisement
#1 - Damkarmat Makassar Kerahkan 60 Armada untuk Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 | #2 - Harga BBM Pertamina Resmi Naik, Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Melonjak per 18 April 2026 | #3 - Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Selama Gencatan Senjata Lebanon | #4 - YouTube Tutup Kanal Pro Iran “Explosive Media” Usai Sebar Video AI Lego Ejek Donald Trump | #5 - Rismon Sianipar Dapat SP3, Proses Hukum Kasus Ijazah Jokowi Selesai | #6 - Kasus Mengejutkan: Ketua Ombudsman Baru 6 Hari Menjabat Langsung Jadi Tersangka Korupsi | #7 - Polemik Ceramah JK di UGM Dinilai Sarat Framing Politik dan Penggiringan Opini | #8 - Pemerintah Kaji Izin Terbang Pesawat Militer AS, Kemlu Tekankan Kedaulatan Udara Indonesia | #9 - Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis di Istana Elysee | #10 - KPK Sita Enam Barang Elektronik Milik Faizal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai | #11 - Prabowo dan Putin Bahas Kerja Sama Energi serta Tantangan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Global | #12 - Tanah Leluhur Terancam Proyek Geothermal, Pemuda Sangalla’ Angkat Suara dan Melawan | #13 - Presiden Donald Trump Peringatkan China soal Dugaan Pengiriman Senjata ke Iran | #14 - Dramatis! Perundingan AS-Iran Berakhir Buntu Setelah 21 Jam | #15 - Situasi Memanas di Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Masih Menunggu Izin Melintas | #16 - Rayakan Hari Jadi Pertama, PEVR Jabodetabek Gelar “Golden Journey Anniversary” | #17 - Iran dan AS Berunding di Pakistan, Islamabad Dinilai Jadi Kunci Perdamaian | #18 - Survei Tunjukkan Mayoritas Publik AS Dukung Pemakzulan Donald Trump | #19 - Ijazah Jokowi Dipersoalkan Bertahun-tahun, JK Desak Pembuktian Terbuka di Pengadilan | #20 - Prabowo Minta Arab Saudi Sediakan Terminal Khusus Haji Indonesia, Ini Tujuannya | #21 - Terungkap! Motor Listrik SPPG Rp42 Juta: Fakta Harga, Jumlah, dan Keputusan 2026 | #22 - Ada Apa di Balik Keputusan Ini? Iran Buka Hormuz, AS Mendadak Tunda Serangan Dua Minggu | #23 - BNN Usul Larangan Vape, DPR Dukung Setelah Temukan Kandungan Narkoba Berbahaya | #24 - MUI Sampaikan Komitmen Iran untuk Bantu Tanker Indonesia di Jalur Selat Hormuz | #25 - Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Malaysia 1-0, Lolos Semifinal AFF 2026 |
Internasional

Sengketa Perbatasan RI-Malaysia Tak Akan Picu Perang, Anwar Ibrahim Tegaskan Komitmen Damai

Ilustrasi bendera Indonesia dan Malaysia. Kedua negara terus menjalin diplomasi damai untuk menyelesaikan sengketa perbatasan secara konstruktif.

Jakarta – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia tidak akan berubah menjadi konflik bersenjata. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan pidato di Sekretariat ASEAN, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/8/2025).

Anwar menyoroti pentingnya penyelesaian masalah perbatasan melalui jalur diplomatik dan negosiasi, bukan konfrontasi. Menurutnya, penyelesaian damai mencerminkan langkah rasional dalam menghadapi persoalan perbatasan.

Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Selama Gencatan Senjata Lebanon

“Negosiasi menjadi pilihan terbaik. Kami sedang menjalankannya. Kita harus berunding, bukan bertikai,” kata Anwar di hadapan audiens ASEAN.

Anwar memberikan pernyataan itu saat menjawab pertanyaan mengenai perbandingan antara sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia dan konflik yang pernah terjadi antara Kamboja dan Thailand.

Penyelesaian Sengketa Mengacu Hukum Internasional

Dalam pidatonya, Anwar menjelaskan bahwa proses negosiasi antara kedua negara mengacu pada hukum internasional seperti United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), perjanjian sejarah, serta prinsip saling memberi dan menerima.

YouTube Tutup Kanal Pro Iran “Explosive Media” Usai Sebar Video AI Lego Ejek Donald Trump

Ia menyatakan bahwa Malaysia sebagai negara maritim menghadapi beberapa isu perbatasan dengan negara tetangga, namun pemerintah selalu menggunakan pendekatan yang positif dan konstruktif.

“Saya merasa optimis. Presiden Indonesia juga menunjukkan komitmen serupa. Kita akan menyelesaikan isu yang memungkinkan, dan menunda yang masih sulit,” jelas Anwar.

Komitmen Menjaga Perdamaian dan Menghormati Perbedaan

Anwar mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati selama proses negosiasi. Ia menilai bahwa pihak terkait perlu menghindari provokasi demi menjaga hubungan bilateral yang harmonis.

Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis di Istana Elysee

“Perbedaan seharusnya tidak memicu konflik. Kita harus menjaga kewarasan politik dan diplomasi agar situasi tetap kondusif,” lanjutnya.

Sengketa Perbatasan Indonesia-Malaysia

Indonesia dan Malaysia masih berselisih di beberapa titik perbatasan, termasuk wilayah Ambalat. Kedua negara sama-sama mengklaim wilayah laut yang kaya akan sumber daya minyak dan gas sebagai bagian dari yurisdiksi masing-masing.

Wilayah Ambalat mencakup lebih dari 15.000 kilometer persegi di perairan Laut Sulawesi, dekat perbatasan Sabah (Malaysia) dan Kalimantan Utara (Indonesia).

Pada Juli lalu, kedua negara menyetujui mekanisme kerja sama untuk mengelola wilayah perbatasan di Ambalat. Kesepakatan ini bertujuan mempererat hubungan sebagai negara bertetangga.

Selain Ambalat, Indonesia dan Malaysia pernah bersengketa mengenai Pulau Sipadan dan Ligitan, serta perbatasan di Pulau Sebatik. Pada 2024, kedua negara menyepakati pembagian administratif Pulau Sebatik—bagian utara menjadi wilayah Malaysia dan bagian selatan menjadi wilayah Indonesia.

Pemerintah Indonesia terus berupaya menyelesaikan tujuh segmen batas wilayah yang masuk dalam kategori Outstanding Boundary Problems (OBP) dengan Malaysia.

Bagikan