ngerti.id–Presiden China, Xi Jinping, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Rusia pada 7 hingga 10 Mei 2025, atas undangan Presiden Vladimir Putin.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menghadiri peringatan 80 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, yang dipusatkan pada parade militer besar-besaran di Lapangan Merah, Moskow, pada 9 Mei. Selain Xi Jinping, sejumlah pemimpin dunia lainnya seperti Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel juga akan menghadiri acara tersebut.
Di luar agenda seremonial, Xi Jinping dan Vladimir Putin dijadwalkan menggelar pembicaraan bilateral tingkat tinggi untuk memperkuat kemitraan strategis antara China dan Rusia. Beberapa kesepakatan kerja sama diperkirakan akan ditandatangani, terutama di sektor ekonomi, militer, dan teknologi. Ini menjadi pertemuan ketiga antara kedua pemimpin sejak dimulainya konflik Rusia-Ukraina pada 2022.
Kunjungan ini berlangsung di tengah ketegangan global yang meningkat, dengan China dan Rusia semakin menunjukkan posisi bersama mereka dalam menghadapi dominasi negara-negara Barat. Hubungan kedua negara terus diperkuat melalui kolaborasi di forum internasional seperti BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai.
Namun, tidak semua pihak menyambut kunjungan tersebut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam kehadiran para pemimpin dunia di Moskow, dan menyebutnya sebagai bagian dari strategi propaganda Kremlin. Ia juga menolak tawaran gencatan senjata tiga hari dari Rusia menjelang parade, dan malah menyerukan gencatan senjata selama 30 hari—yang ditolak oleh Moskow.
Melalui kunjungan ini, Beijing dan Moskow kembali menegaskan bahwa kemitraan mereka bukan hanya simbolis, melainkan bagian dari strategi global jangka panjang menghadapi dunia multipolar yang sedang terbentuk.




