Jakarta— Cuaca ekstrem kembali melanda ibu kota. Sore tadi, angin kencang disertai hujan deras menerjang kawasan Kalideres, Jakarta Barat, menyebabkan 20 rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Jabodetabek dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, angin kencang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Sebagian besar rumah yang terdampak berada di Kelurahan Semanan dan Tegal Alur. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari atap yang terlepas hingga dinding rumah yang roboh.
“Kami sedang melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak,” ujar Kepala BPBD DKI Jakarta, M. Ridwan, dalam keterangan resminya. “Tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk membantu evakuasi dan distribusi logistik.”
Salah satu warga, Ibu Siti (45), menceritakan detik-detik kejadian tersebut. “Anginnya tiba-tiba datang, kencang sekali. Atap rumah saya langsung terbang, dan air hujan masuk ke dalam rumah,” katanya dengan suara gemetar. “Kami sekeluarga hanya bisa berlindung di sudut rumah yang masih aman.”
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini. Namun, beberapa warga mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kejadian bencana kepada pihak berwenang.
Pemerintah Kota Jakarta Barat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah yang rusak. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga kembali ke rumah mereka dengan aman,” kata Wali Kota Jakarta Barat, H. Ahmad.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem semakin sering terjadi, dan penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.




