Ahmedabad – Pilot kembalikan saklar bahan pesawat Air India AI171 mengalami kecelakaan setelah saklar bahan bakar secara tiba-tiba berpindah ke posisi “Cut Off”.
Insiden ini terjadi hanya tiga detik setelah pesawat lepas landas dari Bandara Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad.
Kedua mesin kehilangan tenaga setelah saklar bahan bakar kiri dan kanan berpindah secara hampir bersamaan.
Pilot segera mencoba mengembalikan saklar ke mode “Run”, tetapi pesawat sudah kehilangan ketinggian secara drastis.
Komisi Investigasi Kecelakaan Udara India (AAIB India) menyampaikan laporan awal pada Senin (14/7/2025) melalui dokumen resmi.
Mereka menyatakan, “Kedua saklar berpindah ke posisi ‘Cut Off’ sekitar tiga detik setelah take off,” dikutip dari Kompas Tekno.
Tim investigasi memastikan tidak ada perintah dari kokpit maupun sistem yang memicu perpindahan saklar tersebut.
Penyelidik menyimpulkan bahwa hilangnya tenaga mesin menjadi penyebab utama jatuhnya pesawat ke area permukiman.
Pilot Kembalikan Saklar Bahan Rekaman Kokpit Tampilkan Kepanikan dan Dialog Kru
Tim investigasi memutar ulang rekaman kokpit yang memperlihatkan reaksi cepat dan kepanikan kru selama insiden berlangsung.
Salah satu pilot bertanya, “Kenapa kamu matikan bahan bakar?” lalu rekannya menjawab, “Aku tidak melakukannya.”
Pernyataan itu membuktikan bahwa perpindahan saklar tidak berasal dari tindakan sadar kru kokpit.
AAIB India menegaskan bahwa saklar memiliki pelindung khusus yang mencegah perpindahan tanpa tekanan atau izin pilot.
Tim juga memeriksa kemungkinan kerusakan mekanis atau gangguan teknis pada sistem kontrol bahan bakar pesawat.
Para penyelidik bekerja sama dengan NTSB Amerika dan otoritas penerbangan Inggris untuk menganalisis lebih lanjut.
Mereka meninjau perangkat lunak dan log sistem dari Boeing dan GE Aerospace yang terpasang pada pesawat tersebut.
Satu Penumpang Selamat, FAA Dikritik Keras
Kecelakaan tersebut merenggut nyawa hampir seluruh penumpang dan kru, kecuali satu orang yang berhasil menyelamatkan diri.
Penumpang itu keluar melalui pintu darurat beberapa detik sebelum pesawat meledak dan terbakar habis di darat.
FAA sebelumnya pernah menerbitkan buletin keselamatan terkait risiko perpindahan saklar bahan bakar pada tahun 2024.
Sayangnya, Air India mengabaikan buletin tersebut karena tidak bersifat wajib bagi seluruh operator penerbangan.
Publik kini mengecam FAA dan mendesak mereka agar merevisi sistem notifikasi serta memperketat regulasi global.
Sementara itu, Boeing dan GE Aerospace menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh proses investigasi yang berlangsung.
AAIB India menyatakan akan merilis laporan akhir setelah semua bukti teknis, digital, dan operasional terkumpul secara lengkap.




